Hai teman-teman, dalam postingan kali ini aku mau berbagi pengalaman tentang keinginan dan restu orang tua.Sering gak kita beda pendapat sama orang tua? To be honest aku sering banget. Terkadang kita kepingin A, eh orang tua nyuruh kita Z. Apalagi kalau yang Z itu gak sesuai dengan yang kita inginkan. Terus kalau kita beda pendapat salah ya? Enggak salah kok, dalam demokrasi kan boleh beda pendapat. Kalau gitu apasih pentingnya restu orang tua? Yuk coba baca sedikit kisahku.
Inilah yang baru saja aku alami kemarin yaitu pendaftaran PTN. Siapa sih yang gak mau diterima di PTN favorit tanpa harus susah-susah tes? Hmm pasti semua mau deh, termasuk aku. Gini nih awal mulanya waktu semester 1 kelas 12 aku sudah mulai ditawari PTS dari Telkom University, President University, dan Prasetya Mulya University. Sempat aku berkeinginan mendaftar di Telkom University, namun tidak diperbolehkan oleh orang tua dengan anggapan terlalu jauh karena letaknya di Bandung. Padahal aku sudah mempersiapkan segala persyaratannya.
Kemudian penerimaan rapor semester 1. Jreng..jreng..jreng. Sebelumnya belum pernah mau rapotan tapi se-deg-deg-an ini lho. Karena apa???Rapor ini adalah rapor terakhir untuk mendaftar PTN. Alhamdulillah nilai saya meningkat lumayan dibandingkan semester 4. Setelah itu ayah ku mulai sering menanyakan jurusan yang aku inginkan. Aku ingin masuk TEKNIK GEOLOGI UGM! Keinginanku sudah benar-benar bulat karena sejak kecil aku ingin bekerja di pertambangan/pertamina dan senang dengan hal-hal berbau vulkanologi.
Mendekati pendaftaran SNMPTN aku semakin rajin untuk konsultasi di bimbel ataupun ke guru-guru di sekolah, namun tiba-tiba orang tua memberi keputusan agar aku memilih jurusan STATISTIKA atau AKUNTANSI dan kalau bisa kuliahnya di Semarang aja. Haaaaaa pupus sudah harapan UGM. Karena aku anak IPA, kalau saya masuk akuntansi kemungkinan diterima kecil. Kemudian aku banyak-banyak baca, tanya sana-sini tentang apa itu statistik, banyak sholat dan do’a minta petunjuk sama Allah sekaligus mantepin pilihan. Gak gampang lho mantepin hati dari pilihan A ke pilihan B. Padahal dari dulu kepingin banget kuliah di fakultas teknik. Setelah bener-bener mantep akhirnya saya menuruti orang tua untuk mengambil prodi statistik di UNDIP.
Nah berhubung pengumuman SNMPTN itu luamaa banget… kita bisa mempersiapkan buat nyicil belajar SBMPTN. Just for info soal SBMPTN itu standar nya diatas UN, jadi bener-bener susah. Selain belajar SBMPTN kemarin juga aku nyoba mendaftar di POLINES jalur PSB jurusan akuntansi dan diterima, trus PLN kerjasama POLINES namun sayang sampai di tes terakhir aku nggak lolos. Sedih? Iya. Kenapa? Karena saya sudah ikut tes yang banyak dan susah. Namun mungkin memang belum rejeki ku.
Sehari setelah pengumuman itu tibalah pengumuman SNMPTN yang akan diumumkan pukul 12 siang. Banyak rumor yang bilang kalo pengumuman SNMPTN bisa diakses mulai pukul 00.00, namun aku tetep percaya pada website asli lah.
Pukul 12.00, kubuka laptop dan pelan-pelan kubuka website http://SNMPTN.ac.id dan berharap ketika melihat hasilnya adalah kata “SELAMAT” bukan kata “MAAF” dan benar saja disana benar-benar tertulis kata “SELAMAT”. Aku bener-bener gak bisa nyembunyiin perasaan seneng, spontan aku teriak sekeras-kerasnya dan menangis. Aku udah gak peduli dibilang lebay tau apalah yang penting aku seneng. Bener- bener bersyukur banget perjuangan 3 tahun buat ngedapetin PTN favorit gak sia-sia.
Nah temen-temen, terkadang memang keinginan kita tidak sejalan dengan keinginan orang tua. Tapi percayalah bahwa orang tua tak akan menjerumuskan kita pada pilihan yang salah. Masih ingat kan kata-kata “Restunya Allah ya Restu Orang Tua”. Kata-kata itu bener-bener ajaib menurutku. Ketika orang tua memaksa dan kita tidak menginginkannya cobalah dekati, ambil hatinya, bicarakan baik-baik keinginanmu kepada mereka, Insya Allah mereka akan mengerti. Tak ada salahnya kan menuruti perintah orang tua? Justru kita akan mendapat pahala dan ditunjukkan jalan terbaik. Semoga kisah diatas bisa menginspirasi temen-temen semua tentang betapa pentingnya restu orang tua. Terimakasih J


